Sepanjang Sungai Semarang

Karena jembatan permanen sulit ditemukan, kapal kecil ini menjadi alat yang berguna untuk menyeberangi sungai selebar 25 meter itu. Pada awal 1970-an, banyak perahu terlihat di sungai itu juga. Namun, alih-alih digunakan untuk menyeberangi sungai, kapal-kapal ini berlayar di atasnya dan berlabuh dekat dengan pasar Johar, yang saat ini merupakan salah satu pasar tradisional terbesar di kota, untuk diperdagangkan.

Pasar ini dirancang oleh seorang arsitek Belanda, Thomas Karsteen, pada tahun 1937. Pasar ini memiliki sirkulasi udara yang memadai yang mendinginkan suhu di dalam meskipun berada di luar 86 derajat Fahrenheit. Ventilasi silang dapat dilihat dengan baik pada langit-langitnya yang tinggi dan atapnya mirip jamur. Akibatnya, angin mungkin bisa bertiup dari segala arah keindahan alam semesta semarang.

Faktanya, tidak kurang dari 5.000 pedagang berkumpul di pasar ini, membeberkan semangat hidup yang tak berkesudahan. Mereka menyiapkan barang dagangan, mengaturnya di warung, melayani pelanggan; minat manusia yang begitu menarik. The Old, the Sleeping City Tidak jauh dari pasar, ada sebuah kota tua (Kota Lama), juga disebut sebagai “Little Netherlands.” Secara historis, pada abad kedelapan belas, daerah ini dulunya merupakan distrik perdagangan.

Padahal, begitu banyak bangunan bergaya Indische kuno yang dibangun di era kolonialisme Belanda ditinggalkan hari ini, dan akibatnya, itu tampak seperti “kota yang tidur.” Namun, bangunan-bangunan tua yang luar biasa ini, dalam kemandekannya, hidup di tengah aktivitas heterogen penghuninya. Kota Lama, dalam dinamismenya, hidup bersama dengan kejadian saat ini. Untuk selanjutnya, Semarang akan melakukan potensi yang berlebihan di bidang pariwisata dan ekonomi, jika saja ia kembali muncul milik lokal yang bergengsi. Esprit di tepi sungai adalah gambaran dinamis yang menarik dari kehidupan yang hidup selamanya.

Perubahan yang terjadi adalah perubahan sejarah dunia dan sifat alami manusia. Forsooth, manusia dilahirkan untuk beradaptasi dengan alam, Angkutan Sewa Bus Semarang dan itulah kekuatannya. Keberadaannya agak dirasakan sebagai bagian kecil dari gambaran dunia tentang bagaimana berjuang dan berharap untuk masa depan yang lebih baik. Meskipun waktu berlalu dan dinamisme terus berjalan, semangat lokal kita harus selalu menjadi budaya yang tersisa.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>